Amankah Menggunakan Pembersih Kewanitaan Dalam Jangka Panjang?

Setiap perempuan tentu ingin menjaga kebersihan organ kewanitaannya secara maksimal. Beragam cara dilakukan, salah satunya menggunakan pembersih kewanitaan yang ada di pasaran. Pertanyaannya, amankah menggunakan pembersih kewanitaan dalam jangka panjang?

Menjaga kebersihan organ kewanitaan telah menjadi isu di kalangan perempuan sejak dulu. Berbagai cara dilakukan untuk itu. Sayangnya, pembicaraan tentang kebersihan organ intim seperti masih menjadi tabu di kalangan perempuan.

Kita tidak bicara secara terbuka mengenai hal ini. Semua mencari informasi diam-diam. Akibatnya banyak perempuan mendapat informasi dari sumber yang tidak kredibel dan mencoba cara-cara yang justru dapat membahayakan kesehatan organ reproduksi. 

Obsesi perempuan terhadap kebersihan organ kewanitaan, mendorong lahirnya banyak produk pembersih kewanitaan. Beberapa produk cukup lembut dan aman, namun beberapa produk lainnya membutuhkan resep dokter untuk digunakan. 

Vagina pada dasarnya adalah self-cleaning organ. Jadi, kita tidak perlu membersihkan vagina karena hal tersebut justru dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik yang memang bertugas melindungi vagina dari serangan jamur dan bakteri jahat. Itu sebabnya kita dilarang membersihkan bagian dalam vagina dengan menyemprotkan cairan pembersih. 

Namun begitu, bagian luar yang disebut vulva justru harus dibersihkan secara teratur. Agar tidak mengganggu keseimbangan pH, disarankan membersihkannya hanya dengan air hangat dan sabun yang lembut. 

Bagaimana kriteria sabun yang lembut itu? Sabun yang lembut memiliki pH seimbang antara 3,5-4,9, tidak mengandung bahan kimia yang keras seperti alkohol, paraben, dan sebagainya, serta tidak mengandung parfum yang dapat memicu reaksi alergi, seperti Andalan Intimate Wash yang memiliki formula prebiotic dan pH yang sesuai dengan tingkat keasaman vagina. 

Bila memenuhi kriteria ini sebuah produk pembersih kewanitaan pada dasarnya aman digunakan sehari-hari dalam jangka panjang sekalipun asalkan digunakan dengan frekuensi yang normal ya. Membersihkan 1-2 kali sehari sudah cukup. Terlalu sering membersihkannya dengan sabun tidak saja bisa menimbulkan iritasi, tapi juga mengganggu keseimbangan flora di area Miss V Anda. 

Iritasi tersebut juga bisa disebabkan karena reaksi alergi. Untuk itu Anda harus mengenal diri Anda sendiri. Seberapa sensitifkulit Anda. Kalau kulit Anda termasuk sensitif, sangat penting mencari produk pembersih kewanitaan yang lembut dan tidak menimbulkan reaksi alergi, seperti Andalan Feminine Care yang produknya hypoallergic dan telah lulus uji dermatologi. 

Ekstrak susu, aloe vera, dan chamomile yang terkandung di dalamnya juga dapat melembabkan dan menenangkan kulit di sekitar area kewanitaan. Hal ini dapat mencegah terjadinya iritasi. Produk ini juga tidak mengandung alkohol dan paraben, sehingga aman untuk dipakai sehari-hari dalam jangka panjang.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp