5 Penyebab Vagina Kering dan Cara Menghindarinya

Waspadai penyakit yang mengintai organ intim.
Tidak ada larangan berdandan dan mempercantik diri bagi perempuan. Namun, jangan sampai hanya memerhatikan tampilan luar saja karena organ intim pun butuh perhatian dan perawatan. Jika Miss V tidak terawat maka bakteri penyebab infeksi lebih gampang berkembang biak yang akhirnya membutuhkan penanganan serius. Nah, salah satu kondisi yang harus diwaspadai adalah kekeringan pada vagina. FYI, vagina kering adalah kondisi yang terjadi ketika organ intim kehilangan kelembapan atau pelumas alaminya. Berikut lima penyebab vagina kering dan cara menghindarinya yang bisa Anda praktikkan.
1/ Perubahan produksi hormon
Seperti diketahui bersama pertambahan usia memengaruhi produksi hormon pada semua perempuan. Vagina kering umumnya disebabkan oleh penurunan kadar estrogen yang bertugas menjaga jaringan yang melapisi vagina tetap tebal, lembap, dan sehat. Apabila kadar estrogen menurun, secara otomatis vagina menjadi lebih tipis, kering, dan elastisitasnya berkurang. Hormon estrogen dapat berkurang secara drastis pada perempuan yang melahirkan dan menyusui, menjalani perawatan kanker baik kemoterapi atau radiasi—serta menopause.
Untuk menambah kadar estrogen Anda bisa memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan yang mengandung fitoestrogen. Misalnya bit, brokoli, kentang, labu, mentimun, seledri, atau terong. Pilih juga kacang dan biji-bijian yang kaya vitamin dan mineral, serta mengandung fitoestrogen seperti almond, gandum, hazelnut, kedelai, maupun oatmeal.
2/ Gaya hidup tidak sehat
Merokok, durasi atau intensitas olahraga yang berlebihan, serta terlalu banyak pikiran maupun stress juga memicu kekeringan pada vagina. Pasalnya tubuh ‘dipaksa’ bekerja di luar batas normalnya. Tahu sendiri bahwa sesuatu yang berlebihan tidak baik bagi kesehatan, kan? Lakukan kegiatan sesuai porsinya dan ambil me-time untuk menyegarkan pikiran sekaligus mengistirahatkan tubuh.
3/ Mengonsumsi obat antidepresan atau antihistamin
Jika Anda sedang mengonsumsi kedua obat tersebut memang risikonya dapat membuat vagina kering. Namun, efek sampingnya akan berangsur hilang setelah konsumsi obat tersebut dihentikan.
4/ Sindrom Sjögren’s (Sjögren’s syndrome)
Gangguan autoimun yang menyerang sel pada tubuh sehingga menyebabkan peradangan pada kelenjar cairan (air mata dan ludah). Selain itu juga menyebabkan kekeringan pada area Miss V.
5/ Douching
Diambil dari bahasa Prancis yang artinya membasuh atau mengairi. Vaginal douche merupakan cara merawat kebersihan Miss V menggunakan cairan pembersih khusus yang disemprotkan ke dalam organ intim. Tujuannya adalah membantu menjaga keseimbangan kadar pH Miss V agar selalu bersih dan segar. Sayangnya bila douching dilakukan secara berlebihan justru akan membuat kondisi vagina kering karena bakteri baik lactobacillus di dalamnya ikut mati. Apabila tidak ada bakteri baik yang menjaga kelembapan Miss V, maka Anda berisiko terpapar infeksi bakteri vagina atau vaginosis bakterialis, serta infeksi ragi, dan pelvic inflammatory disease (PID).
Untuk menjaga kesehatan vagina, Anda bisa mengandalkan Andalan Feminine Care yaitu produk natural feminine care berkualitas dan natural untuk perempuan modern. Diformulasi secara khusus yang efektif untuk meningkatkan kualitas kebersihan area intim dengan pilihan produk pembersih untuk memberikan rasa segar, nyaman, proteksi maksimal, dan percaya diri. Mengandung bahan aktif alami yang membantu menjaga keseimbangan level pH area V dengan kandungan prebiotik serta aloe vera dan chamomile yang dapat melembutkan, melembapkan, serta memberi perlindungan menyeluruh. Teruji secara klinis, ginekologis, hipoalergenis, dermatologis, dan halal. Andalan Feminine Care yang siap memberikan perlindungan lembut sepanjang hari!