Wajib Tahu! 5 Perubahan pada Miss V Setelah Melahirkan Meski tidak terlihat, perubahan itu nyata!

Perempuan mengalami banyak perubahan fisik selama mengandung dan setelah melahirkan. Tidak terkecuali Miss V di bawah sana! Mungkin perubahan ini tidak terlihat jelas, tetapi kadang membuat pemiliknya jadi minder, apalagi pada mereka yang melahirkan bayi secara normal alias per vaginam.

Memangnya seperti apa perubahan pada Miss V setelah melahirkan? Yuk, cari tahu bersama melalui artikel berikut ini.

1/ Vagina melar
Inilah salah satu perubahan pada Miss V setelah melahirkan yang bikin minder. Secara gampangnya, nih, lubang vagina yang rapat akan ‘membuka’ seukuran lingkar kepala bayi dengan diameter sekitar 35 cm. Padahal lubang diameter 10 cm itu biasanya hanya dilewati aliran darah menstruasi setiap bulannya. Kebayang, kan, bagaimana kondisinya setelah stretched out hingga 3 kali lipat kondisi normalnya?

Untungnya hal ini hanya berlangsung sementara, kok, asalkan kamu rajin melakukan latihan otot dasar panggul demi mengencangkan vagina. Jika biasanya Senam Kegel hanya dilakukan 3 kali dalam sehari dengan satu set repetisi, maka seusai melahirkan intensitasnya harus ditingkatkan menjadi 3 kali sehari dengan 10 set repetisi di setiap sesinya.

Satu set Senam Kegel terdiri atas: mengencangkan otot panggul bawah selama 5-10 detik lalu lemaskan selama 3-5 detik yang keduanya dilakukan bergantian sebanyak 10 kali.

2/ Perubahan warna
Vagina terdapat di dalam tubuh perempuan, sementara bagian terlihat dari luar disebut labia (bibir vagina), klitoris, dan rambut pubis yang merupakan bagian dari vulva. Nah, perubahan warna dan pembengkakan pada tampilan vulva dan vagina hanyalah berlangsung sementara saat melahirkan normal maupun C-section (sesar).

Perubahan warna ini terjadi akibat hormon selama kehamilan, serta seberapa ‘berat’ proses melahirkan yang dialami seseorang akan memengaruhi pembengkakan tersebut.

3/ Nyeri vagina dan perineum
Perineum adalah area antara vagina dan anus. Meskipun bukan bagian dari vagina, tetapi kadang ikut robek saat proses melahirkan normal. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, 53%-79% proses melahirkan normal mengalami robek pada vagina dan perineum.

Bagian yang robek ini biasanya dijahit dengan pemberian obat bius lokal untuk mengurangi rasa nyeri. Dokter mungkin akan menyarankan untuk mengompres bekas jahitan hingga meresepkan obat pereda nyeri. Kadang nyeri ini diikuti oleh perdarahan dan pembengkakan pada vagina, namun seiring waktu akan sembuh, kok.

4/ Vagina kering
Saat kehamilan, beberapa kadar hormon naik, termasuk estrogen. Sayangnya begitu melahirkan hormon estrogen ini justru turun drastis sehingga menyebabkan vagina kering. Yap, hormon inilah yang menjaga kelembapan dengan memproduksi pelumas alaminya. FYI, pada ibu yang tidak menyusui, vagina akan kembali normal dalam beberapa minggu. Namun, ibu menyusui justru membuat kadar estrogen semakin turun!

Kelembapan vagina tentunya berpengaruh terhadap aktivitas seksual dengan pasangan karena menimbulkan rasa nyeri saat berhubungan intim. Kadang hal ini bisa diatasi dengan penggunaan lubrikan berbahan dasar air. Sebaiknya, sih, berkonsultasi dengan dokter jika kondisi ini bertahan lebih dari satu bulan.

5/ Keputihan pada vagina
Perubahan pada Miss V setelah melahirkan yang nggak kalah meresahkan adalah munculnya keputihan. Sebenarnya perempuan yang melahirkan akan mengeluarkan cairan merah tua dari vagina yang disebut lochea layaknya darah menstruasi selama 4-6 minggu. Selain itu juga muncul cairan keputihan atau leukorea yang merupakan kondisi normal karena berfungsi mengeluarkan sisa sel mati maupun bakteri. Masih aman apabila tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak terasa gatal.

Perempuan baru melahirkan juga bisa mengalami keputihan pada vagina bila terlalu lelah atau stres menghadapi tanggung jawab barunya. Ketidakseimbangan hormonal ini akan mengganggu keseimbangan pH Miss V dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, tuh!

Ingin menjaga kualitas kebersihan area intim setelah melahirkan? Kamu harus memilih produk pembersih kewanitaan yang memberikan rasa segar, nyaman, proteksi maksimal, dan percaya diri. Coba Andalan Feminine Care yang merupakan produk natural feminine care untuk perempuan modern yang bisa diandalkan setiap waktu. Mengandung bahan aktif alami untuk membantu menjaga keseimbangan level pH area V serta kandungan prebiotik untuk perlindungan lembut. Aman, sudah teruji pula secara klinis, ginekologis, hipoalergenis, dermatologis, dan halal! Andalan Feminine Care siap memberikan perlindungan lembut sepanjang hari. Buktikan, deh!