Hati-hati, Jika Terus Ditutupi Kelembapan Miss V Meningkat! Ini 3 Cara Mudah Cegah Iritasi

Hindari masalah kesehatan yang serius dengan langkah sederhana!

Seperti yang kita ketahui bersama, nih, bagian tubuh yang tertutup lebih cepat lembap karena kurang mendapat udara dan cahaya. Sebut saja ketiak, lipatan siku, selangkangan, hingga organ intim. Kalau ketiak atau lipatan siku lebih gampang untuk diangin-anginkan, ya, tetapi bagaimana dengan vagina dan selangkangan?

Memang Miss V, tuh, sensitif banget. Dalam kondisi normal saja rentan terhadap masalah, apalagi saat terlalu lembap? Sudah pasti mengundang bakteri yang menimbulkan rasa gatal, sensasi terbakar, iritasi, bahkan bau amis mengganggu. Pokoknya bakal mengurangi rasa percaya diri, deh.

Nggak mau kelembapan vagina meningkat dan menimbulkan iritasi? Cegah dengan melakukan beberapa langkah berikut ini.

1/ Pilih-pilih celana dalam
Vagina punya kelembapan alami yang dijaga oleh bakteri baik dengan tingkat keasaman pH sekitar 3,8-4,5? Jika terlalu lembap, bakteri baik lactobacillus justru kalah melawan infeksi yang disebabkan oleh Vaginosis Bakterialis (BV). Cirinya: munculnya rasa gatal, sensasi terbakar, disertai perubahan warna dan bau pada cairan vagina. Kalau sudah parah bisa berwarna kuning atau kehijauan, tuh!

Agar kondisi vagina yang serba tertutup tidak menimbulkan kelembapan berlebih, Anda sebaiknya mulai memperhatikan pemilihan celana dalam. Kenakan celana dalam yang longgar berbahan sutera atau katun sehingga adem dipakai. Jangan ragu buat mengganti celana dalam secara rutin atau setiap kali merasa gerah ‘di bawah sana’. Selain itu sesekali tidur tanpa memakai celana dalam juga bakal membuat vagina agak bernapas, kan.

Kurang-kurangi juga pemakaian celana ketat yang membuat Miss V tidak nyaman sementara Anda pun jadi sulit bergerak!

2/ Jaga kebersihan
Selain memberikan kesempatan ‘bernapas’ bagi vagina, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihannya. Mulai dari membersihkan vagina menggunakan air bersih dengan gerakan dari depan ke belakang, hingga menggunakan produk yang natural, aman, bebas bahan kimiawi penyebab iritasi.

Menjaga kebersihan Miss V bisa juga dengan menggunakan pembersih kewanitaan Andalan Feminine Care Natural White yang mampu mencerahkan serta mengembalikan warna alaminya. Komposisi kandungan cairan pembersih ini di antaranya prebiotik serta kombinasi bahan alami seperti sodium lactate dan lactic acid, ekstrak susu, lili, sirih sebagai antibakteri alami, lidah buaya, serta chamomile.

Andalan Feminine Care Natural White mampu menjaga kebersihan Miss V dan melindunginya dari bau tak sedap, serta memberikan perlindungan lembut dan menyeluruh dari iritasi maupun rasa gatal. Perlindungan sempurna untuk rasa segar, bersih, dan nyaman untuk pemakaian sehari-hari, aman, teruji secara klinis.

3/ Hindari perilaku seksual asal
Penyakit menular seksual atau PMS sudah pasti menyumbangkan infeksi pada vagina yang menular lewat hubungan intim, baik melalui alat kelamin, oral, maupun anal. Sebut saja chlamydia, genital herpes, genital warts, gonorrhea, trichomoniasis, sifilis, dan masih banyak lagi penyebab rasa gatal dan iritasi pada Miss V.

Hal ini tentu saja bisa diatasi dengan cara melakukan seks yang sehat, yaitu menggunakan alat pengaman saat berhubungan intim serta tidak bergonta-ganti pasangan alias melakukan seks bebas. Sstt, kondom lateks pun dapat menimbulkan iritasi pada beberapa perempuan, tuh, jadi pastikan Anda tidak alergi!

Oh ya, biasakan juga mencuci Miss V sebelum dan sesudah berhubungan intim, terutama klitoris dan lipatan vulva, untuk memastikan tidak ada bakteri, virus, jamur, atau parasit yang bisa terbawa ke dalamnya. Apabila telanjur mengalami salah satu penyakit menular seksual, sebaiknya hindari berhubungan intim hingga kondisi Miss V sembuh total.